“Kisah Inspiratif : Perjalanan seorang ibu yang tidak tertular penyakit HIV/AIDS dari sang suami”
Oleh : Allena Djingga Rachmadi S. (Mahasiswi Ilmu
Komunikasi UNPAM)
“Saat itu yang saya tekatkan adalah saya harus
tetap sehat dan harus tetap bertahan demi anak saya satu-satunya” Ujar Ibu
Tanty Indriawati, biasa dipanggil Ibu Indri ketika di wawancarai oleh Allena pada
Sabtu (16/08/2023) dikediaman rumahnya di Djajakusumah Residence, Ciater,
Tangerang Selatan.
Dalam tatapan yang penuh dengan semangat, ia
menceritakan kisah pilu ia di masa lalu tentang perjuangannya mengurus dirinya
sendiri, suaminya yang terkena penyakit HIV/AIDS, dan anak semata wayangnya. Suara
getarnya meyakinkan bahwa ia rindu dengan suaminya yang sekarang sudah tiada.
Ibu Tanty Indriawati, seorang wanita berusia 48
tahun memiliki 1 orang anak perempuan berusia 18 tahun, ia sudah 9 tahun
menjadi Single Parents semenjak sang
suami pulang ke pangkuan Allah SWT pada tahun 2014 karena penyakit HIV/AIDS
yang menimpanya dari tahun 2006. “Saya tidak pernah menyangka bahwa suami saya terdiagnosis
penyakit tersebut, untungnya saya sudah dikaruniai seorang anak perempuan saat
itu” ucapnya dengan tatapan dan senyum yang hangat.
Sang suami terkena penyakit HIV/AIDS sejak
tahun 2006 yang dimana pada saat itu mereka baru menginjak usia 2 Tahun
pernikahan, ibu Indri kaget ketika mendengar suaminya terdiagnosis penyakit
tertular itu.
Kurang lebih sang suami terkena penyakit
HIV/AIDS 8 tahun lamanya, ia harus bulak balik rawat inap suaminya di Rumah
Sakit Fatmawati, “Suami saya memiliki tekad bertahan hidup yang tinggi,
walaupun beberapa kali selalu masuk ruang ICU karena kondisi badan yang
tiba-tiba drop bahkan sering sekali mengalami kejang” ujar bu Indri.
Sampai akhirnya di tahun 2014 sang suami
meninggal dunia, disitu lah salah satu titik terhancur bu Indri, tetapi ia
harus bangkit dan tidak terlarut dalam kesedihan demi sang anak yang pada saat
itu masih berusia 9 Tahun. Ia tetap harus menjalankan kehidupan normal seperti
biasanya, walaupun harus menjadi Single Parents.
Dalam perjalanan yang panjang, bu Indri
menjalani beberapa tes HIV yang meyakinkan dirinya bahwa tidak terlular
HIV/AIDS, salah satu tes yang ia ikuti adalah tes skrining atau tes antibodi/antigen
yaitu dengan cara pengambilan darah atau cairan dari mulut. Ia melakukan tes Skrining
selama kurang lebih 6 bulan. Setelah itu ia melakukan tes lain yaitu tes
Konfirmasi, pengambilan sel darah putih yang dilakukan 2 tahun lamanya. Semua
tes yang ia ikuti menunjukan hasil bahwa ia tidak tertular penyakit dari sang
suami.
Selain menjalankan beberapa tes, bu indri
menetapkan gaya hidup sehat, olahraga teratur dan rajin mengikuti konseling
dengan dokter yang pernah menangani suaminya. Ia juga mematuhi prosedur medis
dan tindakan pencegahan yang dianjurkan oleh ahli kesehatan.
“Ketika kamu memiliki tekad yang kuat untuk
menjalankan sesuatu dan dukungan dari lingkungan sekitar yang luar biasa, pasti
kamu bisa melewatinya” Ujar bu Indri diujung wawancara. “ Saya ingin berbagi
pengalaman saya kepada orang-orang yang sedang mengalami penyakit tertular
tersebut terutama keluarganya, yang sebetulnya butuh untuk diberi dukungan yang
hebat dan antisipasi agar tidak tertular penyakit ini walaupun satu tempat
tinggal bahkan satu tempat tidur dengan orang yang terkena penyakit tersebut,
satu pesan saya, jangan pernah menyerah atas semua yang sedang kita jalani”
Kisah Ibu Tanty Indriawati mengingatkan kita
terhadap pentingnya menjaga kesehatan agar tidak terlular penyakit apapun
terutama penyakit HIV/AIDS yang bisa tertular dengan ragam cara. Kita harus
tetap menjaga diri dimanapun kita berada dan menghindari pergaulan seks bebas
agar kita tidak tertular.


Komentar
Posting Komentar